Griya Asri Cibenda, Tangkap Peluang Bisnis Properti di Pangandaran

Perumahan Griya Asri Cibenda di Kabupaten Pangandaran
Perumahan Griya Asri, Cibenda di Kabupaten Pangandaran. SMF/ruber.id

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Bisnis properti bagi pengusaha di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menjadi peluang yang menjanjikan untuk jangka panjang.

Warga Dusun Budiasih, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Roni Pransiska, 29, adalah salah satu pengusaha pemula yang mencoba menekuni bisnis properti.

“Bisnis properti bagi saya sebagai salah satu investasi untuk jangka panjang, dan memiliki prospek masa depan,” kata Roni, Rabu, 19 Oktober 2022.

Roni menambahkan, bermula dari pemikiran untuk menyongsong masa depan harus memiliki passive income.

“Saya berpikir properti jadi salah satu usaha investasi yang tidak akan terdampak inflasi,” tambah Roni.

Roni menjelaskan, jika memiliki uang senilai Rp5 juta selama 5 tahun. Baik di perbankan atau tunai disimpan di rumah, nominalnya tidak akan berubah.

Baca juga:  Pisah Sambut Dandim 0625/Pangandaran, Letkol Inf Indra Mardianto Gantikan Letkol Arm Yusuf Andriyanto

Tetapi, nilai jual beli uang senilai Rp5 juta tersebut setiap tahun akan berubah menyesuaikan dengan kondisi harga tahun berjalan.

Namun, jika investasi tanah atau bangunan dan bisnis properti nilai harganya tidak mungkin menurun.

“Justeru investasi tanah atau bangunan dan bisnis properti akan menghasilkan keuntungan panjang,” jelas Roni.

Modal Awal Rp300 Juta

Awal Roni memulai bisnis properti memiliki modal Rp300 juta dan lahan tanah 1.319 meter persegi di jalur yang strategis.

“Lahirnya Peraturan Presiden Nomor 87/2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan saya jadikan sebagai peluang bisnis properti,” tutur Roni.

Lahan yang dimiliki Roni ditaksir bisa mendirikan 12 unit Perumahan tipe 36/72.

Baca juga:  Terbentur Usia, 23 Warga Pangandaran Gagal Berangkat Haji Tahun Ini

Untuk harga jual satu unit Perumahan yang dibangun Roni dijual ke konsumen senilai Rp150 juta.

“Bisnis properti persaingannya sangat ketat, maka kami membuat bangunan semenarik mungkin dengan gaya eropa scandinavian,” papar Roni.

Sebagai pelengkap bisnis yang baru ditekuni Roni melibatkan rekan untuk tim legal, arsitek dan marketing.

“Peta ruang perumahan yang kami dirikan terdiri dari ruang santai, ruang tamu ukuran 3×3 meter.”

“Kemudian, dua kamar tidur masing-masing berukuran 3.5x 3 meter. Kamar mandi 2×1.5 meter, dapur berukuran 2×3 meter dan tempat jemuran,” kata Roni.