Harga Cabai Rawit di Pangandaran Makin Pedas

Pedagang sayuran di Pasar Parigi Pangandaran. dede/ruber.id

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadan, salah satunya cabai rawit.

Pantauan ruber.id di Pasar Tradisional Parigi, harga cabai rawit melonjak dalam 5 hari terakhir ini.

Pedagang sayuran di Pasar Parigi, Ade Kusmawan, 32, mengatakan, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp80.000 per kilogram dengan harga sebelumnya hanya Rp60.000

“Jumat kemarin harganya masih sekitar Rp60.000 per kilogram. Kenaikan harga hanya cepat dalam jangka waktu 3 hari,” kata Ade, Jumat 10 Maret 2023.

Ade menuturkan, kenaikan harga cabai rawit melonjak menjelang Ramadan sudah terjadi setiap tahun, tetapi untuk saat ini lebih cepat.

“Kalau harga cabai naik, kebutuhan pokok yang lainnya juga ikut naik. Seperti cabai merah dari Rp40.000 naik jadi Rp50.000 per kilogram. Kemiri dari Rp60.000 menjadi Rp70.000,” tuturnya.

Baca juga:  KPU Pangandaran Tetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Ade menerangkan, untuk cabai rawit dipasok dari daerah Gandrung, Sidareja, Jawa Tengah. Lantaran harga lebih murah. Hanya saja, di saat harga naik mulai langka.

“Cuaca yang tidak menentu juga menjadi pengaruh langkanya pasokan cabai rawit ke Pangandaran. Mendingan kalau musim hujan pasti banyak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Pangandaran Tedi Garnida mengatakan, hasil data laporan pasar yang ada di daerahnya hanya cabai keriting yang mengalami kenaikan.

“Itu dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Kalau harga cabai rawit minggu ini di beberapa pasar mengalami lonjakan dari Rp60.000 menjadi Rp70.000 per kilogram,” kata Tedi.

Kemudian, kata Tedi, untuk cabai merah dan cabai hijau dari Rp40.000 menjadi Rp50.000. Kenaikannya Rp10.000 dalam sepekan.

Baca juga:  Pangandaran Terima Penghargaan Universal Health Coverage Award 2023

Selain itu, komoditas lain yang mengalami kenaikan harga adalah bawang putih, dari harga Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogramnya. Harga bahan pokok yang melonjak terjadi karena berbagai faktor.

“Perubahan kenaikan harga paling rendah adalah cabai merah di Pasar Pananjung, sedangkan perubahan kenaikan harga paling tinggi adalah bawang putih di Pasar Pananjung,” ucapnya.

Tedi menyebutkan, penurunan harga paling rendah adalah beras premium di Pasar Kalipucang dan penurunan harga paling tinggi adalah daging ayam BR di Pasar Parigi.

“Komoditi yang lainnya baik sektor hasil pertanian/perkebunan, perikanan/peternakan, industri maupun bahan bangunan relatif cukup stabil,” sebutnya.