Pangandaran Miliki Mobil Uji KIR Canggih Sistem Digital

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Pemkab Pangandaran, Jawa Barat, kini memiliki mobil uji KIR yang menggunakan sistem robot layaknya transformer. Mobil bantuan Kemenhub itu lebih canggih karena dalam proses pengujian menggunakan sistem digital.

Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran Irwansyah mengatakan, kehadiran mobil tersebut memudahkan proses uji KIR yang mana tidak lagi menggunakan buku uji atau manual.

Pasalnya, saat ini bisa menggunakan sistem elektronik yang bernama BLUE atau Bukti Lulus Uji Elektronik.

“Mobil ini sebutannya mobil transformers karena menggunakan sistem robot. Apalagi ada alat khusus yang bisa mengoperasikan mobil uji ini dengan menggunakan elektrik,” kata Irwansyah.

Sehingga, kata Irwansyah, memudahkan saat pengujian kendaraan, jadi bukan manual lagi. Menurutnya, mobil tersebut harganya cukup fantastis, yakni sekitar Rp10 miliar. Sedangkan kelebihannya bisa buka pasang secara ringkas.

Baca juga:  Soal HGB Tanah Katapang Doyong, Banding Pemkab Pangandaran Dikabulkan

Sementara itu, Staf Sarana Prasarana Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Jawa Barat Helmi Setiawan menyampaikan, tahapan pengujiannya antara lain menggunakan alat tester AC untuk mengecek emisi bensin maupun solar. 

“Kemudian pengujian lampu, roda, dexel alat uji berat, rem dan lainnya. Pengujian kolong pra uji juga ada. Peralatan ini ada 8 pengujian kendaraan bermotor. Sedangkan yang belum tersedia pengujian spedometer,” kata Helmi.

Uuntuk pengoperasian mobil tersebut, kata Helmi, perlu adanya 5 orang penguji. Adapun tambahannya 2-3 orang yang akan melatih di Pangandaran agar bisa mengoperasikan mobil berteknologi canggih itu.

Sementara itu, Ketua Organda Pangandaran Roni Priatna mengaku bersyukur atas kehadiran mobil uji KIR di Pangandaran. Sehingga tidak perlu lagi ke luar daerah. 

Baca juga:  Tambang Galian C Ilegal di Pangandaran Masih Bandel Beroperasi Pasca Sosialisasi Perizinan

“Ini pertanda baik untuk moda transportasi di Pangandaran, karena kendaraan yang laik jalan atau tidak, bisa terkontrol lewat pengujian ini,” kata Roni.

Sebagai daerah wisata, dengan kehadiran alat uji KIR ini menjadi jawaban atas isu asap kendaraan yang mengganggu lingkungan. Sebab, polusi dapat diminimalisasi dengan uji tersebut.

“Semoga saja masyarakat makin paham pentingnya kendaraan yang laik jalan. Sehingga dampaknya kecelakaan bisa berkurang dan polusi juga berkurang. Secara otomatis, orang yang berkunjung ke Pangandaran makin betah,” ucapnya.