Pembangunan Tambang Emas di Pangandaran Gagal

stasiun kereta api
Bangunan Stasiun Kereta Api di Cijulang yang dibangun pemerintah kolonial Belanda. ist/ruber.id

Budayawan setempat Erik Krisna Yudha mengatakan, Eyang Nara Uncal merupakan penyebar Agama Islam dan salah satu murid Eyang Sembah Agung.

“Pada pembangunan jalur kereta api tersebut ada hal yang menjadi kendala sehingga tidak sampai ke Kecamatan Cimerak,” kata Erik, Kamis (3/3/2022).

Akhirnya datang usulan dari pengusaha lain, yakni H.J Stroband yang mengajukan pembangunan jalur kereta api yang lebih pendek dari usulan Nellensteyn.

“Usulan H.J Stroband diterima. Sehingga terealisasi pembangunan jalur kereta api Banjar-Banjarsari-Kalipucang-Cikembulan-Parigi-Cijulang,” tuturnya.

Kisah tersebut tertera pada Cerita Babad Kacijulangan. Sebagai informasi tambahan, bahwa Residen Priangan mengajukan pembangunan jalur kereta api Banjar-Parigi pada tahun 1908.

Jalur kereta api itu selesai dengan perincian segmen Banjar-Kalipucang pada tanggal 15 Desember 1916 dan selesai pada 1 Juni 1921.

Baca juga:  Memaksimalkan Potensi Kelautan di Pangandaran Melibatkan Akademisi

Penulis/Editor: SMF/R002