Retribusi Ikan Tangkap di Pangandaran Masih Rendah

retribusi ikan tangkap
Capaian retribusi ikan tangkap di Pangandaran masih rendah.

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau retribusi dari sektor perikanan tangkap (ikan laut) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga Juni 2022 masih jauh dari harapan.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Pangandaran Dedi Surachman mengatakan, capaian retribusi dari sektor tersebut hanya Rp427 juta atau 7,91% dari target Rp5 miliar.

Padahal pada bulan Juni tahun lalu, retribusi dari sektor perikanan tangkap mencapai Rp800 juta. Saat ini hanya mendapat setengahnya dari tahun 2021.

“Capaian itu dari produksi ikan tangkap yang mencapai 285.000 kilogram. Sekarang sedang paceklik, makanya produksinya tidak terlalu banyak dan pendapatan juga menurun,” kata Dedi, Selasa (12/7/2022).

Baca juga:  Peningkatan Infrastruktur di Pangandaran Jadi Daya Tarik Investor

Selain paceklik, cuaca buruk yang sulit diprediksi menjadi penyebab lain turunnya retribusi tangkapan ikan yang juga berpengaruh pada pendapatan. Gelombang tinggi tak menentu sulit untuk diprediksi.

“Nelayan juga banyak beralih ke komoditi benih baby lobster, sehingga menangkap ikan biasa pun ditinggalkan. Jadi ada yang beralih ke baby lobster, yang biaya operasional penangkapannya jauh lebih murah,” terangnya.

Kemudian, kata Dedi, kebocoran PAD yang diakibatkan oleh penjualan di luar Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Untuk meminimalisasi kebocoran pihaknya membutuhkan biaya operasional untuk patroli pengawasan.

Editor: R002