Pangandaran Diklaim Bebas Malaria

pangandaran bebas malaria
Pangandaran diklaim bebas malaria. ist/net

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengklaim tidak ada desa yang masuk kategori endemis malaria.

Sebelumnya, penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk itu sudah menjadi endemi di daerah perbatasan Pangandaran-Cilacap, tepatnya di Kecamatan Kalipucang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran Yadi Sukmayadi mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir penyakit malaria berhasil diatasi di daerahnya.

“Sejak tahun 2018 sampai 2021 tidak ditemukan kasus. Tidak ada warga di Kabupaten Pangandaran yang terjangkit malaria,” kata Yadi, Kamis (13/1/2022).

Yadi menuturkan, penyakit malaria adalah salah satu jenis penyakit serius dan berbahaya yang disebabkan oleh infeksi parasit jenis Plasmodium.

Baca juga:  Di Pangandaran, Banyak Penjual Minyak Goreng Dadakan di Medsos

“Penyakit ini dibawa oleh jenis nyamuk Anopheles. Menimbulkan rasa pusing, demam menggigil, bahkan bisa menyebabkan kematian,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan. Mulai dari menebar ikan di rawa-rawa hingga pengecekkan darah ke masyarakat.

“Benih ikan ditebar di rawa-rawa yang banyak dijumpai jentik nyamuk. Pengecekkan darah rutin dilakukan kepada warga yang bermukim di dekat rawa,” ujarnya.

Dengan begitu, pihaknya memastikan Kabupaten Pangandaran bakal dieliminasi dari kategori daerah endemi malaria. Lantaran sudah tiga tahun tidak ada kasus.

“Kalau sudah tereliminasi, akan berdampak baik atau berpengaruh pada sektor pariwisata. Karena soal malaria ini yang pertama ditanyakan oleh turis asing,” ucapnya.

Baca juga:  Selama Ratusan Tahun, Budaya Nampaling Masih Bertahan di Pangandaran

Yadi menerangkan, malaria menjadi penyakit yang paling ditakuti oleh wisatawan asing. Jika mereka liburan ke suatu daerah, hal yang pertama ditanyakan adalah malaria.

“Penyakit ini sangat dihindari turis asing. Warga Negara Asing (WNA) paling takut dengan nyamuk Anopheles,” terangnya.

Penulis/Editor: DN/R002