Populasi Lobster di Laut Pangandaran Terus Menurun, Ini Penyebabnya

Populasi lobster di laut Pangandaran terus menurun dari tahun ke tahun. ist

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Populasi lobster di laut Pangandaran terus menurun setiap tahunnya. Salah satu faktor penyebabnya adalah marak perburuan atau penangkapan benih baby lobster.

Pelaksana Harian Kabid Perikanan Tangkap di Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Pangandaran Mega Merdiana mengatakan, hasil tangkapan lobster siap konsumi setiap tahunnya mengalami penurunan.

“Berdasarkan catatan di kami, tangkapan untuk komoditas itu di laut Pangandaran terus mengalami penurunan sejak 5 tahun terakhir,” kata Mega, belum lama ini.

Mega merinci, pada 2017 hasil tangkapan lobster dewasa di Pangandaran sebanyak 4,6 ton dalam setahun. Pada tahun 2021 hasil tangkapan turun drastis hanya 1,6 ton saja.

“Kemudian tahun 2022, kembali menurun menjadi 1,2 ton dalam setahun. Dan pada Juli 2023 pendapatan lobster di Pangandaran hanya mencapai 52,79 Kg,” sebutnya.

Baca juga:  Cakupan Vaksinasi Booster Nakes di Jabar Capai 97,77%

Mega menjelaskan, hewan yang memiliki nama ilmiah nephropidae ini seharusnya bisa ditangkap dan dikonsumsi saat berat 200 gram hingga 1 kg. Untuk harga lobster sendiri antara Rp200.000 hingga Rp1 juta.

“Menangkap benih baby lobster memang tergolong lebih mudah dan tidak memerlukan biaya operasional besar. Untuk satu ekor saja hanya dijual Rp 3.000, tapi kalau kondisinya bagus bisa mencapai Rp15.000 per ekor,” jelasnya.

Karena, kata Mega, mereka jual ke pengepul. Sementara, jika sesuai regulasi harus jual ke budidaya. Namun di Pangandaran belum ada pembudidaya lobster.