Respons Positif warga Pangandaran yang Dapat Program Rutilahu Jabar

Sali, penerima bantuan program rutilahu Jabar saat ini tinggal di rumah nyaman. ist

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Warga Kabupaten Pangandaran merespons positif program bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dilakukan Pemprov Jabar (Jawa Barat).

Salah satunya seperti yang dirasakan pasangan suami istri (pasutri) Sali, 59, dan Desi, 40, warga Dusun Sukajadi, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

Sali mengungkap, pada 2022 lalu rumah tinggalnya mendapat bantuan rutilahu dari Pemprov Jabar. Sebelum mendapat bantuan, kondisi rumahnya sudah lapuk dan berukuran kecil.

“Dindingnya bilik, sudah reyod, atap bocor kalau lagi musim hujan. Alhamdulillah, ayeuna tos sadayana (sekarang sudah semuanya) tembok,” kata Sali, Selasa 17 Oktober 2023.

Sali mengakui, sebagai buruh serabutan, penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari anak dan istrinya. Dan itu pun benar-benar pas-pasan.

Baca juga:  Masyarakat Apresiasi Kinerja Bupati Pangandaran, Akui Manfaat Percepatan Pembangunan

Pasutri ini sangat mengapresiasi program rutilahu, karena sangat bermanfaat bagi warga sepertinya. Dia berharap akan semakin banyak warga berpenghasilan rendah yang ikut merasakan program yang digagas Pemprov Jabar tersebut.

“Pami teu dibantos (kalau tidak dibantu program rutilahu), abdi moal tiasa gaduh bumi kieu (saya tidak bisa memiliki rumah seperti sekarang ini.”

“Ayeuna mah Alhamdulillah, abdi sareng keluarga di dieu rumaos nyaman, aman. (Sekarang Alhamdulillah, saya dan keluarga tinggal di sini merasa nyaman, aman),” ucapnya.

Kondisi Rumah Sali Sebelumnya

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sukaresik Edwin mengatakan, jika melihat kondisi perekonomian keluarga Sali belum memungkinkan baginya untuk tinggal di rumah layak huni.

Baca juga:  Penerbangan Perdana dari Kertajati Majalengka ke Nusawiru Pangandaran Ditunda

“Karena selain kondisi ekonominya yang minim, pak Sali juga mengalami keterbelakangan mental dan istrinya tunawicara. Tentu mereka tidak bisa maksimal mencari uang banyak atau merenovasi rumahnya,” kata Edwin.

Beruntung, pada tahun 2022 kemarin pasutri tersebut mendapatkan giliran program rutilahu yang dilakukan Pemprov Jabar. Sedangkan sisa kekurangan anggaran untuk merenovasi rumahnya, kata Edwin, dibantu secara swadaya.

“Kalau melihat kondisi rumah Sali sebelumnya, seperti kandang ayam. Dulu rumahnya tidak jelas pintunya di mana, jendelanya di mana. Pokoknya tidak ada ventilasi dan pengap. Maka kami bantu dan sekarang mereka tinggal di rumah nyaman,” ujarnya.

Hanya untuk diketahui, anggaran bantuan program rutilahu dari Pemprov Jabar tersebut sebesar Rp19,5 juta dan ditambah swadaya sebesar Rp8 juta.