Sampah di TPA Purbahayu Pangandaran Mulai Menggunung, Warga Tak Nyaman

Tumpukan sampah di TPA Purbahayu, Pangandaran. ist

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Purbahayu, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, yang mulai menggunung membuat warga setempat tak nyaman.

Selain itu, keberadaan TPA di Dusun Karanganyar yang terletak di antara perbatasan Desa Purbahayu dan Desa Pagergunung tersebut sudah mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan, warga sekitar pun sering kedatangan lalat.

Warga setempat NS, 32, mengaku merasa terganggu kenyamanannya akibat bau sampah itu. Apalagi saat turun hujan, warga sekitar seringkali kedatangan lalat.

“Kalau turun hujan malah banyak lalat yang masuk rumah-rumah warga dan mengganggu kenyamanan. Sampahnya sudah terlalu banyak,” kata NS, Sabtu 21 Januari 2023.

Menurutnya, menumpuknya sampah di TPA Purbahayu tersebut lantaran belum adanya pengolahan sampah yang cukup baik.

Baca juga:  Pangandaran Akan Bangun Lima Lumbung Padi Senilai Rp5 Miliar

Sampah yang datang, kata NS, hanya sebatas dibuang tanpa pemilahan. Bahkan, tumpukan yang menggunung sempat longsor, kemudian air limbahnya menggenang dan mengeluarkan bau.

“Belum ada pengolahan sampah dengan baik. Karena setelah dibuang di TPA hanya dibuang saja, tidak ada pemilahan lagi,” ujarnya.

Dari informasi yang diterima, TPA Purbahayu memiliki luas sekitar 5 hektare. Lahan itu merupakan tanah pangangonan yang diserahkan ke Pemkab Pangandaran.

Pemdes Purbahayu Minta DLHK Pangandaran Segera Tangani Sampah di TPA

Terpisah, Sekretaris Desa Purbahayu Darsum menyebutkan, sampah di TPA tersebut memang sudah mulai menggunung, karena tidak ada proses pengolahan sampah lanjutan.

“Biasanya sih suka disodok setiap 3 bulan sekali, memang sekarang ini sampahnya sudah bau banget, apalagi kalau ada hujan, banyak lalat,” sebutnya.

Baca juga:  Prabowo Subianto Bagikan 10 Perahu ke Nelayan Pangandaran

Atas nama Pemdes Purbahayu, pihaknya meminta agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pangandaran segera menangani masalah pengolahan sampah di TPA Purbahayu.

“Kami minta ada penanganan secara khusus masalah pengelolaan sampah, karena kalau tidak ada penanganan bisa semakin menggunung,” ucapnya.

Adapun wilayah yang paling dekat dengan TPA Purbahayu itu adalah Dusun Sukajadi, Dusun Sukamanah dan wilayah di perbatasan Desa Pagergunung.

“Rumah yang paling dekat sekitar 500 meter. Itu yang bakal paling terdampak aroma bau sampah. Kami khawatir soal kesehatannya kalau tidak segera ditangani,” kata Darsum.