Tangani Penyintas Kanker, YKI Maksimalkan Kerjasama dengan RSUD Pandega Pangandaran

Ketua YKI Cabang Pangandaran Ida Nurlaela Wiradinata saat berdialog dengan penyintas kanker yang berhasil sembuh. dede/ruber.id

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Yayasan Kanker Indonesia atau YKI Cabang Kabupaten Pangandaran memaksimalkan kerjasama dengan RSUD Pandega dalam penanganan penyintas kanker.

Ketua YKI Cabang Pangandaran Ida Nurlaela Wiradinata mengatakan, data dari Dinas Kesehatan jumlah penyintas kanker pada tahun 2022 tercatat sebanyak 70 orang.

“Angka itu hanya yang tercatat dan tidak menutup kemungkinan masih banyak penyintas yang belum terdeteksi,” kata Ida usai pelantikan pengurus YKI Cabang Pangandaran periode 2021-2026 di Aula RSUD Pandega, Selasa 17 Januari 2023.

Ida menuturkan, YKI merupakan organisasi bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan. Khususnya dalam upaya penanggulangan kanker dan memiliki jaringan kerja di seluruh provinsi di Indonesia.

Terlebih, Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu daerah yang saat ini sudah mengalami dua periode kepengurusan setelah sebelumnya satu periode berakhir.

Baca juga:  25% Penduduk Pangandaran Belum Memiliki Akta Kelahiran

“Pangandaran sekarang sudah punya RSUD, kami (YKI, red) akan memaksimalkan kerjasama pada tahapan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk penyintas kanker,” tuturnya.

Ida menerangkan, upaya dan peran YKI adalah melakukan pendekatan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.

Kemudian, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan secara terpadu dan berkesinambungan.

“Kendala dalam penanganan penyintas kanker ini masih banyak yang tidak mengakui dan enggan melakukan pemeriksaan, karena memiliki perasaan malu,” terangnya.

Ida menjelaskan, kanker terjadi karena perubahan atau mutasi pada gen dalam sel, namun prosesnya belum tentu selalu sempurna.

Saat pembelahan diri pada sel, terdapat risiko sel baru dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau terjadi penggandaan terlalu banyak.

Baca juga:  Komunitas Adat dan Budaya Pangandaran Gelar Tradisi Maca Sajarah Kacijulangan

“Sebenarnya tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal ini. Tapi kalau mekanisme itu gagal, maka sel abnormal akan tumbuh secara tidak terkendali,” jelasnya.

Ida berharap, masyarakat harus mengenal dan mengetahui lebih jauh ciri-ciri potensi kanker agar bisa lebih waspada dan hati-hati.

Mayoritas cirinya seperti kelelahan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, demam, sakit kepala, muncul benjolan, hingga perubahan pada kulit.

Sel kanker, kata Ida, akan muncul apabila terjadi kesalahan pada siklus sel. Saat membelah diri salah satu sel mungkin tidak sempurna, karena hal itu sel berubah sifat menjadi berbahaya bagi tubuh.

“Supaya terhindar dari kanker, hindari konsumsi tembakau, mengatur pola makan, olahraga teratur, tidak konsumsi alkohol,” ujarnya.

Baca juga:  Upaya Selesaikan Sengketa Tanah, Pemkab Pangandaran Bentuk Satgas Reforma Agraria

Kemudian, hindari paparan radiasi berlebihan, menghindari paparan zat kimia berbahaya, mengurangi kontak yang menimbulkan penularan infeksi dan menjaga kualitas tidur.

Ida menyebutkan, ada beberapa komponen penting yang harus masuk dalam menu makanan untuk penderita kanker. Buah, vitamin dan air mineral sangat baik untuk menunjang pemulihan para pengidap kanker.

“Harus dipahami juga bahwa tidak semua orang memiliki sel kanker, hanya orang penderita kanker yang memiliki sel kanker dalam tubuhnya,” sebutnya.