870 Balita di Pangandaran Alami Stunting, Pemkab Bentuk TPK

stunting pangandaran
Kepala DKBP3A Pangandaran Heri Gustari. Ada 870 balita yang mengalami stunting. smf/ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Pemkab Pangandaran, Jawa Barat, mencatat angka kasus stunting sebanyak 870 balita dari jumlah 22.277 atau 3,9% di tahun 2022.

Di tahun ini, Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Pangandaran menargetkan tak ada penambahan kasus tersebut.

Kepala DKBP3A Pangandaran Heri Gustari mengatakan, secara hitungan rumus nasional, kasus stunting di daerahnya tergolong sangat rendah.

Rumus target angka stunting nasional pada tahun 2004 di bawah 14%. Dan Pangandaran tergolong rendah jika merujuk pada angka target nasional itu.

“Upaya yang dilakukan agar kasus tidak terjadi penambahan, kami telah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK),” kata Heri, Senin (21/3/2022).

Baca juga:  Target Retribusi dari Tera Ulang di Pangandaran Tahun 2022 Rp50 Juta

Secara teknis, Pemkab Pangandaran akan membuat struktur tim percepatan penurunan stunting yang diketuai oleh Wakil Bupati Pangandaran.

“Kinerja TPK itu mendampingi masyarakat sejak dari calon pengantin, sedang hamil, hingga anak balita berusia 2 tahun,” ujarnya.

Ke depan, kata Heri, Pemkab bakal melibatkan seluruh dinas agar kasus stunting tertangani secara maksimal. Dengan melakukan beberapa interverensi.

Data kasus stunting di 15 Puskesmas pada tahun 2022