Begini Cara Cegah Kehamilan yang Dilakukan Warga Pangandaran

cegah kehamilan
Begini cara warga di Pangandaran cegah kehamilan. ist/net

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Metode mencegah kehamilan tanpa alat kontrasepsi masih terjadi di perkampungan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Metode tersebut bukan termasuk salah satu rekomendasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Pangandaran Heri Gustari mengatakan, biasanya perilaku itu terjadi di daerah perkampungan.

“Mereka memilih beberapa metode dalam menggunakan KB dengan cara tradisional,” kata Heri, Kamis (9/12/2021).

Heri menuturkan, KB alami merupakan metode kontrasepsi yang dilakukan tanpa menggunakan alat, obat dan prosedur tertentu.

“Biasanya KB alami menjadi pilihan wanita yang tidak cocok menggunakan alat kontrasepsi,” tuturnya.

Heri menyebutkan, ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh Pasangan Usia Subur (PUS) dalam mencegah kehamilan.

Baca juga:  Satpol PP Pangandaran Butuh PPNS untuk Penegakkan Perda

“Masyarakat tradisional mempercayai untuk tidak berhubungan seksual di masa subur atau ovulasi,” sebutnya.

Heri menerangkan, metode tidak berhubungan saat masa subur biasanya dengan cara tidak berhubungan saat akan dan sesudah haid.

“Metode tradisional lainnya juga dengan cara mengukur suhu tubuh ketika tubuh sedang beristirahat,” terangnya.

Saat ovulasi, suhu tubuh wanita akan meningkat hingga 0,3⁰ Celcius. Jika suhu tubuh tetap sama selama 3 hari atau lebih, itulah masa subur dan PUS tidak berhubungan intim.

“Metode terakhir lendir serviks, metode memeriksa lendir serviks selama siklus menstruasi,” kata Heri.

Sebelum proses ovulasi terjadi, wanita akan mengeluarkan lebih banyak lendir vagina yang lebih encer dari biasanya.

Baca juga:  Selama Ratusan Tahun, Budaya Nampaling Masih Bertahan di Pangandaran

“PUS selalu menghindari berhubungan seksual pada hari pertama lendir serviks keluar,” ujarnya.

Heri menambahkan, metode selanjutnya adalah mengeluarkan penis sebelum ejakulasi.

Cara tersebut disebut juga dengan istilah senggama terputus, agar hasilnya efektif. Pria harus bisa mengontrol diri dengan kuat dan mampu memperkirakan waktu yang tepat saat menarik penisnya.

“KB alami memang tidak menguras biaya dan tanpa risiko efek samping. Tapi perlu diingat bahwa metode ini tentu tidak seefektif penggunaan alat kontrasepsi,” katanya.

Penulis/Editor: SMF/R002