Fenomena Kekurangan Murid SD Masih Terjadi di Pangandaran

kekurangan murid
foto iStock/Sasiistock/kekurangan murid SD

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Kekurangan murid atau peserta didik di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terutama di daerah pinggiran.

Kabid Pembinaan SD di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pangandaran Darso mengatakan, kekurangan peserta didik masih bisa ditemukan, terutama di daerah yang jangkauannya relatif jauh.

“Ada di Kecamatan Cigugur, tahun ajaran kemarin hanya ada 36 siswa, dari kelas 1 sampai 6,” kata Darso, Kamis (21/7/2022).

Darso menuturkan, dalam satu kelas ada yang jumlah muridnya 3 sampai 5 orang. Namun dirinya tidak menyebutkan secara rinci nama SD tersebut.

“Kalau dilakukan merger tidak mungkin, karena sekolah itu hanya satu-satunya di situ dan ke sekolah lain relatif jauh sekali,” tuturnya.

Baca juga:  Program Tempat Pengelolaan Sampah Diterima Dua Desa di Pangandaran

Darso menerangkan, kekurangan murid di suatu sekolah biasanya diambil solusi untuk melakukan merger atau penggabungan.

“Ada beberapa sekolah yang pernah melakukan merger, termasuk tempat saya mengajar dulu,” terangnya.

Darso menyebutkan, pihaknya mencontohkan merger yang dilakukan SDN 2 Cikembulan dengan SDN 3 Cikembulan.

“Merger dilakukan tahun 2016 lalu, karena beberapa hal termasuk ketimpangan jumlah murid,” sebutnya.

Saat itu, kata Darso, jumlah murid SDN 2 Cikembulan hanya 65 orang dan SDN 3 Cikembulan 104 orang. Totalnya ada 169 orang.

Kemudian, sekolah yang dimerger selanjutnya SDN 1 Karangjaladri dengan SDN 3 Karangjaladri. Lalu SDN 2 Cigugur dan SDN 3 Cigugur.

“Jumlah murid SDN 1 Karangjaladri hanya 94 orang dan SDN 3 Karangjaladri 123 orang. Kalau SDN 2 Cigugur hanya 31 orang, lalu digabungkan dengan SDN 3 Ciguggur sebanyak 61 orang,” kata Darso.

Baca juga:  Mengenal Lebih Dekat Klinik Penyakit Dalam di RSUD Pandega Pangandaran

Selain itu, ada merger yang dilakukan pada tahun 2001 antara SDN 2 Karangmulya dan SDN 3 Karangmulya. Namun di tahun 2020, SDN 3 berdiri sendiri.

“Sejak itu tidak ada lagi proses merger di Kabupaten Pangandaran. Belum ada lagi, kalau pun ada kekurangan murid, sulit untuk dimerger,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Pangandaran Agus Nurdin menambahkan, jumlah SD di daerahnya sebanyak 287 sekolah negeri. Untuk swasta ada lima sekolah.

“Untuk yang swasta, tiga di antaranya sedang menempuh izin operasional dan dua sekolah lainnya sudah lama berjalan. Swasta juga tetap mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah,” kata Agus.

Pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah murid SD di Kabupaten Pangandaran tahun ini. Masih menerima laporan di akhir bulan, belum ada datanya.

Baca juga:  Produk UMKM di Pangandaran Mulai Dijual di Toko Swalayan

“Kami juga belum menerima laporan pastinya jumlah siswa yang masuk di SMP. Kemungkinan untuk jumlahnya ada perubahan hingga akhir bulan,” sebutnya.

Editor: R002