HMI Pangandaran Gelar Pelatihan Jurnalistik di Kampus STITNU Al Farabi

hmi pangandaran
HMI Komisariat Pangandaran menggelar pelatihan jurnalistik di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama atau STITNU Al Farabi. smf/ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Komisariat Pangandaran menggelar pelatihan jurnalistik di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama atau STITNU Al Farabi, Sabtu (22/1/2022).

Ketua Pelaksana Kegiatan Lia Hanafiah mengatakan, aktivitas jurnalistik menjadi sebuah kebutuhan baik formal maupun non formal untuk pelajar dan mahasiswa.

“Pelajar, mahasiswa dan mahasiswi kerap dihadapkan pada aktivitas jurnalistik atau menulis,” kata Lia.

Dengan adanya pelatihan jurnalistik tersebut diharapkan peserta bisa memahami dan mengerti bahkan bisa melakukan aktivitas jurnalistik.

“Harapan kami dengan diselenggarakan pelatihan jurnalistik bisa meringankan beban pelajar dan mahasiswa juga mahasiswi saat menerima tugas untuk menulis,” ujarnya.

Lia menuturkan, manfaat dari pelatihan jurnalistik tersebut juga bisa menjadi langkah untuk peserta yang memiliki minat menjadi jurnalis atau wartawan.

Baca juga:  Dermaga PPI Batukaras Ambruk, Nelayan Sebut Proyek Tak Jelas

“Kegiatan pelatihan ini tidak hanya satu kali pertemuan. Rencananya akan digelar empat kali pertemuan secara berkala,” tuturnya.

Cetak Jurnalis yang Objektif

Adanya pelatihan jurnalistik oleh HMI Komisariat Pangandaran itu juga sebagai persiapan untuk mencetak jurnalis masa depan yang objektif.

“Profesi jurnalis atau wartawan ke depan akan semakin profesional dan memiliki dasar pengetahuan yang baik tentang etika menyajikan sebuah informasi,” terangnya.

Mengingat banyaknya informasi hoaks yang kerap terjadi, maka perlu terobosan baru memberi pemahaman kepada generasi muda.

Adapun peserta yang mengikuti pelatihan jurnalistik itu sebanyak 34 orang. Terdiri dari SMA N 1 Parigi 5 orang, SMK Bhakti Karya 8 orang, MAN 1 Pangandaran 10 orang, MA Jamanis 5 orang dan SMK N 1 Cijulang 5 orang.

Baca juga:  Desa Rawan Pangan di Langkaplancar akan Terima Paket Sembako

“Aktivitas jurnalistik atau menulis juga tertera pada pepatah kuno Verba Volant Scripta Manent yang artinya kata-kata itu memuai tulisan itu menetap,” kata Lia.

Lia berharap, setelah kegiatan ini minat untuk menjadi jurnalis atau penulis di Pangandaran meningkat.

“Ada hadist nabi yang diriwayatkan oleh At-Thabrani ikatlah ilmu dengan tulisan,” ucapnya.

Kegiatan tersebut, kata Lia, bukan hanya seremonial saja, tetapi bakal ada tindaklanjut hingga peserta bisa menjadi seorang penulis.

Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan pelatihan jurnalistik adalah salah satu jurnalis asal Pangandaran Syamsul Ma’arif, S.Sy yang akrab disapa Sulenk.

Penulis/Editor: SMF/R002