Oknum Guru di Pangandaran Diduga Melakukan Kekerasan terhadap Murid

Ilustrasi kekerasan terhadap murid. pixabay

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Seorang oknum guru diduga melakukan kekerasan terhadap salah seorang peserta didik di Sekolah Menengah Kejujuran Negeri atau SMKN 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kepala Sekolah SMKN 1 Padaherang Ngadino Riadi membenarkan adanya salah seorang guru yang melakukan kekerasan terhadap murid yang duduk dibangku kelas Xl oto C.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada hari Senin 13 Maret 2023 kemarin. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung memanggil oknum guru tersebut.

“Pada waktu itu juga saya langsung memanggil yang bersangkutan. Dia mengakui sudah melakukan kesalahan. Kemudian langsung saya perintahkan guru itu untuk menemui orang tua murid dan meminta maaf,” kata Ngadino, Selasa 14 Maret 2023.

Baca juga:  Persempit Penjualan Miras, Perda Minuman Beralkohol di Pangandaran Sudah Ditandatangani

Padahal, kata Ngadino, guru tersebut orangnya sopan dan baik. Setelah mendengar kejadian itu, dirinya mengaku kaget.

“Setiap hari senin saya selalu mewanti-wanti kepada semua guru di sini agar tidak melakukan kekerasan. Karena sekolah sekarang sama yang dulu itu berbeda. Jadi cara mendidiknya juga harus beda,” ujarnya.

Kronologis

Ngadino menuturkan, pada jam pelajaran guru tersebut mengatakan kepada muridnya. Jika guru di depan sedang menerangkan pelajaran, jangan ada yang melakukan aktivitas. Artinya harus memperhatikan penjelasan guru.

“Perintah itu sudah tiga kali, tapi masih ada murid yang bandel, jadi guru itu lepas kontrol. Pada saat di panggil juga guru itu meminta maaf kepada pihak sekolah atas perbuatannya yang telah dilakukan,” tuturnya.

Baca juga:  Satresnarkoba Polres Pangandaran Ungkap 4 Kasus Narkoba

Ngadino menerangkan, permasalahan tersebut sudah selesai dan pihak keluarga murid pun sudah memaafkan. Dan akan menjadikan sebuah pelajaran bagi guru tersebut.

“Alhamdulillah hari itu juga sudah ada berita bahwa orang murid dan guru itu saling memaafkan. Pihak keluarga korban meminta ke depanya jangan sampai terulang kembali kejadian seperti ini,” terangnya.

Sementara itu, orang tua murid Erni mengaku sangat kecewa dengan adanya kekerasan yang dilakukan oknum guru terhadap anaknya di sekolah.

“Saya tidak menerima, karena bagi saya sekolah itu bukan mendidik kekerasan. Harusnya sekolah itu mendidiknya yang baik-baik,” kara Erni.

Dia mengaku, selama ini belum pernah melakukan perlakuan kasar terhadap anaknya apalagi sampai memukul.

Baca juga:  Tim Futsal Putra RSUD Pandega Pangandaran Raih Juara Pertama di HKN ke-59

“Sampe segede ini saya dan bapanya belum pernah menamparnya, kebetulan anak saya itu orangnya baik,” ucapnya.

Humas SMKN 1 Padaherang Yayan Sopandi menyampaikan, permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga yang menjadi korban atas kejadian tersebut. Dan tidak akan terulang kembali.

“Adapun peraturan kekerasan yang dibuat seorang oknum guru, itu hanya strategi politik seorang guru supaya bisa lebih diperhatikan oleh peserta didiknya,” ucapnya.