Polres Pangandaran Ungkap Hasil Identifikasi Mayat di Pantai Madasari

Polres Pangandaran Ungkap Hasil Identifikasi Mayat Tanpa Identitas di Pantai Madasari

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Pangandaran ungkap hasil identifikasi mayat tanpa identitas yang ditemukan di Pantai Madasari. Tepatnya di Blok Singkil, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

Sebelumnya, pada Sabtu 8 Oktober 2022 sore, warga Desa Masawah geger dengan adanya penemuan mayat tanpa identitas itu.

Kasatreskrim Polres Pangandaran AKP Luhut Sitorus mengatakan, penemuan mayat di Pantai Madasari telah teridentifikasi setelah dilakukan visum di RSUD Pandega Pangandaran.

“Dari hasil identifikasi, mayat itu diketahui merupakan seorang pelajar bernama Ari Cakra Winata berusia 18 tahun,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, Minggu 9 Oktober 2022.

Ari merupakan warga Kampung Gununggadung RT013/RW005, Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Baca juga:  Program Rutilahu di Pangandaran Kerap Terkendala Status Kepemilikan Tanah

Luhut menuturkan, terungkapnya identitas mayat itu pun tak lepas dari informasi bahwa ada warga Tasikmalaya yang hanyut di Sungai Cimedang sekitar 13 hari yang lalu pada Senin 25 September.

“Setelah dikonfirmasi, kepada Kepala Desa Neglasari membenarkan adanya warga yang hanyut di Sungai Cimedang, Kampung Gununggadung,” tuturnya.

Kemudian, kata Luhut, pihaknya memberikan ciri-ciri mayat yang ditemukan di Pantai Madasari tersebut.

Kriteria paling menonjol dari betuk kepala, gigi depan atas yang agak besar, tinggi sekitar 175 cm, tampak lebam memanjang warma merah marun bekas tali golok di pinggang belakang.

Selain itu, pada jari kaki terlihat panjang dengan tampak adanya bekas kepalan jempol kaki. Setelah itu, diuraikan tanda-tanda kesamaan tersebut.

Baca juga:  Bupati Pangandaran Dukung Program Ketahanan Pangan yang Dijalankan Kostrad

“Pihak keluarga di Tasikmalaya meyakini bahwa mayat yang ditemukan di Pangandaran ini adalah anaknya,” ujarnya.

Luhut menyebutkan, setelah dilakukan visum di RSUD Pandega, hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Mayat kemudian dipulasara dan dibawa ke Desa Neglasari, Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya untuk segera dikebumikan.

“Mayat diperkirakan hanyut terbawa ombak melalui Pantai Selatan Ciparanti. Kemudian, terombang-ambing hingga Pantai Madasari selama belasan hari,” sebutnya.