Produksi Sayuran di Pangandaran Minim, Masih Dipasok Garut dan Banjar

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Produksi sayuran di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masih sangat minim. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pasar harus dipasok dari luar daerah.

Salah seorang pedagang sayur Suherli, 45, mengatakan, bahwa kebanyakan sayur memang didatangkan dari luar daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

“Kemudian ada juga dari daerah Jawa Barat seperti Garut dan Banjar. Kebutuhan bumbu dapur seperti cabai juga banyaknya dari Garut. Kalau pasokan dari Pangandaran sangat minim,” kata Suherli.

Biasanya, daerah yang banyak menanam palawija dan sayur-sayuran seperti Langkaplancar dan Cigugur. Karena daerah dataran tinggi.

“Untuk daerah dataran rendah seperti di daerah Parigi dan Pangandaran. Itu juga hanya kangkung dan cabai, biasanya oleh Kelompok Wanita Tani (KWT),” ujarnya.

Baca juga:  Dinas ESDM Jabar akan Kirim Surat Penertiban Galian C Ilegal ke APH di Pangandaran

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Pangandaran Tedi Garnida mengatakan, untuk kebutuhan bumbu dapur dan sayuran di pasaran bisa mencapai 25 ribu kilogram.

“Biasanya untuk stok terpenuhi. Kebutuhan paling bumbu dapur, kisaran 6 ribu kilogram per bulannya. Kadang bisa lebih,” ucapnya.