Ada Hotel Buang Limbah ke Pantai Pangandaran, Pengusaha Diminta Perbaiki IPAL

limbah hotel
Salah satu saluran yang digunakan untuk pembuangan limbah hotel yang masuk ke Pantai Pangandaran.

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengaku geram dengan pembuangan air limbah yang dibuang oleh hotel ke Pantai Pangandaran. Pengusaha hotel diminta untuk membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Jeje mengatakan, pihaknya akan menutup (cor) lubang pembuangan air limbah hotel yang masuk ke kawasan Pantai Barat jika tetap tidak membuat IPAL.

Menurutnya, pembuangan air limbah hotel yang ada di Pantai Barat sudah parah sejak beberapa tahun terakhir. Itu berdampak buruk bagi wisatawan yang berkunjung ke lokasi.

“Kasihan wisatawan di objek wisata Pantai Pangandaran, bau tak sedap, airnya malah tidak sehat untuk berenang,” kata Jeje pada acara Halal Bihalal dengan para pengusaha hotel, Selasa (24/5/2022).

Baca juga:  Bupati Jeje dan Kapolres Pangandaran Sidak Pasar Parigi

Jeje menuturkan, ada empat saluran yang mengeluarkan air limbah yang cukup bau tak sedap. Yakni di depan Kantor Balawista, Hotel Krisna, Hotel Bumi Nusantara dan depan Pasar Nanjung Sari.

Saluran yang semestinya digunakan untuk pembuangan air hujan itu malah turut digunakan untuk pembuangan limbah dari hotel dan restoran.

“Kami minta pengusaha hotel memperbaiki saluran limbah dengan IPAL. Nanti bisa terpisahkan partikel atau material penyebab pencemaran. Bikin IPAL, jangan ada lagi hotel yang gunakan saluran itu,” tuturnya.

Jeje menyebutkan, Pemkab Pangandaran sudah merencanakan pembuatan IPAL di objek wisata Pantai Pangandaran dengan anggaran setiap satu titik sebesar Rp500 juta.

“Mulai bulan Oktober-November 2022. Sekarang kan baru ada 4 hotel yang sudah memiliki IPAL. Hotel Laut Biru, Horison Palma, Menara Laut dan Hotel Sandaan,” sebutnya.

Baca juga:  Kondisi Pandemi Covid-19 Terkendali, Aktivitas Pariwisata di Pangandaran Berangsur Pulih

Jeje menegaskan, mulai bulan depan setiap hotel akan disurati terlebih dahulu untuk diberikan peringatan perbaikan IPAL-nya masing-masing.

“Kalau 4 kali disurati tetap membandel, terpaksa saya akan menutup dengan cara dicor lubang pembuangan limbah yang masuk ke pantai itu. Yang sekarang ini masih digunakan sama hotel,” tegasnya.

Editor: R002