Jejak Manusia Purba di Pangandaran

Jejak Manusia Purba di Pangandaran
Foto dokumen ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyimpan jejak manusia purba, berikut sejumlah peninggalan berupa benda-benda bersejarah.

Kabupaten termuda di Jawa Barat ini kesohor karena kaya akan potensi alam, yang layak untuk dikunjungi sebagai tujuan wisata.

Jejak Manusia Purba di Pangandaran

Selain terkenal akan sejumlah pantainya yang eksotis, Pangandaran juga ternyata meyimpan sejarah panjang, dengan ditemukannya jejak manusia purba dan sejumlah benda peninggalan zaman prasejarah.

Meski belum diteliti secara khusus, berdasarkan hasil penelusuran, diyakini, dahulu kala, Kabupaten Pangandaran merupakan daerah yang pernah dihuni oleh manusia purba.

Dari informasi yang dihimpun ruber.id, berdasarkan sejarah tutur yang berkembang di tengah masyarakat Pangandaran. Wilayah Kecamatan Parigi dan Kecamatan Cigugur menjadi lokasi yang banyak dihuni oleh manusia purba.

Fakta tersebut dikuatkan dengan ditemukannya benda-benda kuno, terbuat dari batu. Mulai dari gerabah hingga perkakas, yang diyakini peninggalan manusia purba pada masanya.

Selain itu, di Gua Sutra Reregan, Desa Selasari, Kecamatan Parigi contohnya.

Baca juga:  Bendera Merah Putih Sepanjang 4000 Meter Berkibar di Langkaplancar Pangandaran

Di wilayah gua tersebut, ditemukan kampak berbentuk persegi yang terbuat dari batu.

Kampak tersebut ditemukan oleh warga di sekitar kawasan Sungai Cikelewung, Pantai Batu Hiu.

Kampak yang terbuat dari batu tersebut kini tengah diteliti oleh tim ahli.

Selain itu, dimungkinkan, banyak warga Pangandaran yang telah menemukan dan menyimpan benda zaman prasejarah lainnya.

Sehingga, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengharapkan warga yang masih memiliki atau menyimpan benda-benda bersejarah tersebut agar tidak menjualnya kepada pihak lain.

Karena, aset berupa benda-benda bersejarah tersebut dilindungi oleh undang-undang.

Periodisasi Temuan Benda Bersejarah di Pangandaran

Pemerintah Kabupaten Pangandaran kini, telah mengategorikan temuan-temuan benda bersejarah di sejumlah lokasi tersebut menjadi 4 periodisasi.

Keempat periodisasi tersebut meliputi Periode Prasejarah, Periode Klasik, Periode Islam, dan Periode Zaman Penjajahan.

Periode Prasejarah

Peninggalan bendq bersejarah periode prasejarah meliputi Gua Sutra Reregan, Gua Bagongz dan Gua Cilalay di Desa Selasari, Kecamatan Parigi.

Baca juga:  ASN Guru di Pangandaran Terjerat Kasus Tindak Pidana Korupsi, Disdikpora: Jadi Catatan Hitam

Wilayah ini, identik dekat dengan sungai. Bahkan, di dalam gua banyak terdapat sisa serpihan perkakas kuno.

Dari hasil observasi tim ahli, benda-benda yang ditemukan di lokasi ini, merupakan peninggalan manusia purba di zaman prasejarah.

Periode Klasik

Peninggalan benda bersejarah periode klasik identik dengan zaman Hindu-Budha atau di masa Kerajaan.

Temuan untuk periode klasik, yakni Batu Kalde di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran.

Adapun bukti fisik yang ditemukan yakni Lingga, Yoni, dan Arca Nandi.

Selain itu, di Dusun Gimbal, Kecamatan Mangunjaya juga ditemukan Umpakan Batu berbentuk Candi.

Candi Mangunjaya dan Candi Gondo Suwingo, namanya.

Kemudian, pemerintah juga menemukan Situs Dayang Sumbi di Kecamatan Padaherang.

Adapun, bukti fisik dari temuan situs tersebut yakni Dolmen.

Pemerintah juga menemukan Situs Eyang Jayandaru, dengan bukti fisik Lingga Arsa, di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang.

Periode Islam

Benda bersejarah periode Islam yang ditemukan pemerintah yakni Sumur Bandung, di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang.

Baca juga:  Imbas Kemarau, Warga di 7 Kecamatan di Pangandaran Kesulitan Air Bersih

Sumur Bandung adalah salah satu peninggalan Aki Geude dan Nini Geude.

Kemudian, Gua Parat di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran.

Di Pangandaran juga terdapat makam Eyang Sembah Agung. Yakni di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang.

Periode Masa Penjajahan

Pada periode masa penjajahan ini, di Pangandaran terdapat rumah arsitektur kolonial Belanda, dengan total tiga rumah.

Ketiga rumah tersebut, terdapat di Desa Parigi, Kecamatan Parigi.

Kemudian, satu Rumah Uyeng di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.

Selanjutnya, satu rumah lainnya ditemukan di Desa Ciganjeng, Kecamatan Kalipucang.

Selain temuan berupa rumah, juga banyak ditemukan stasiun kereta api. Berikut rel sepanjang jalur Banjar-Cijulang.

Selain peninggalan zaman Belanda, ditemukan bula sebuah Bunker yang diyakini merupakan peninggalan Jepang.

Bunker zaman Jepang tersebut terdapat di cagar alam dan satu lainnya berlokasi di wilayah Putrapinggan, Pangandaran.