Bupati Pangandaran Klarifikasi Soal Video Viral Dirinya Ngajak Berkelahi Pendemo

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat menemui massa aksi. ist

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial (medsos) yang menyebut jika dirinya mengajak berkelahi kepada para pendemo.

Jeje mengatakan, dirinya bermaksud menemui massa aksi untuk menyerap dan mendengar keluhannya. Namun dirinya malah mendapatkan perlakuan dan ucapan yang tidak enak (tidak sopan).

“Saya juga manusia biasa, kalau dimaki-maki dengan kata kotor (Anjing), saya terpancing emosi apalagi ada yang teriak ngajak berantem. Video itu tidak utuh, malah tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” kata Jeje, Minggu 3 Desember 2023.

Karena hal tersebut, Jeje mengaku perlu mengklarifikasi video yang viral tersebar di medsos itu. Jeje pun menegaskan, tak mungkin dirinya mengajak berkelahi dengan rakyatnya sendiri.

Baca juga:  Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan terhadap LKPJ Bupati Pangandaran Tahun Anggaran 2021

“Video itu tidak utuh atau sepotong-sepotong, jadi seolah-olah saya yang ngajak berkelahi kepada massa pendemo. Justru saya tidak menanggapi ajakan berantem yang dilontarkan salah seorang pendemo,” tuturnya.

Jeje menambahkan, dirinya langsung pulang ke pendopo yang berdampingan dengan Gedung Polres Pangandaran.

“Saya meminta kepada masyarakat ke depan, dalam menyampaikan aspirasi itu harus dengan cara yang santun. Kan bisa duduk bersama, lalu nantinya saya paparkan semuanya,” ucapnya.

Kronologi Kericuhan Bupati Pangandaran dan Pendemo

Adapun video tentang kericuhan antara Bupati Pangandaran dan pendemo itu muncul di berbagai media sosial. Usai aksi demo pada Rabu 29 November 2023 di depan Gedung DPRD Pangandaran.

Kericuhan itu mulai terjadi saat massa aksi memaksa masuk dengan mendobrak pintu gerbang kantor DPRD Pangandaran yang dijaga pihak aparat kepolisian.

Baca juga:  870 Balita di Pangandaran Alami Stunting, Pemkab Bentuk TPK

Kericuhan pun tidak terelakkan, bahkan polisi juga terpaksa menembakkan gas air mata. Saat itu, Pemkab dan anggota DPRD Pangandaran tengah melakukan sidang paripurna.

Diketahui, aksi demo tersebut menolak rencana pinjaman Rp350 miliar yang akan dilakukan pihak pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Seusai menghadiri paripurna, Bupati Jeje bermaksud menemui para pendemo untuk mendengar aspirasi massa.

Namun saat akan menemui para pendemo, justru malah terjadi perdebatan antara bupati dan massa aksi dan videonya viral di media sosial.

Dalam video yang beredar terdengar narasi suara seseorang yang menyebutkan, jika Bupati Jeje ngajak gelut (berkelahi) pendemo dan sudah diamankan oleh polisi ke Polres.

Namun demikian, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata membantah tuduhan dalam video yang beredar tersebut.

Baca juga:  Tunjangan Gaji Bupati Pangandaran untuk Perangkat Desa