Curug Leuwileutak di Pangandaran, Tempatnya Uji Nyali Travelers

curug leuwileutak
Shower Climbing di Curug Leuwileutak Pangandaran.

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Bagi travelers yang ingin uji nyali dan kekuatan memanjat bisa mencoba merasakan shower climbing di Curug Leuwileutak Pangandaran.

Wahana wisata panjat air terjun ini terletak di Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Jarak tempuhnya dari Pantai Pangandaran itu sekitar 45 menit. Akses jalannya sudah bagus, bahkan mobil sudah bisa masuk.

Dari parkiran mobil, para pengunjung untuk menuju lokasi itu sekitar 300 meter, dengan menyusuri sawah dan kebun.

Curug Leuwileutak ini termasuk jenis block waterfall atau memiliki air terjun dengan karakteristik aliran sungai dan dinding air terjun yang cukup lebar.

Lebarnya sekitar 15 meter dengan tinggi sekitar 30 meter. Air terjun Leuwileutak ini memiliki tipe horse tail.

Baca juga:  Vaksinasi Anak SD di Pangandaran Ditinjau Wakapolda Jabar

Aliran jatuhnya air mempertahankan kontak dengan dinding air terjun secara terus menerus. Sehingga cocok digunakan untuk aktivitas shower climbing.

Digagas Warga dan Didukung Desa Setempat

Penggerak wisata shower climbing Leuwileutak Andang Nusa Putra mengatakan, ide pemanfaatan air terjun ini berawal dari kegiatan kerja bakti dengan karang taruna desa setempat.

Setelah diamati, muncul ide untuk dijadikan wisata shower climbing. Curug ini dulu sempat diupayakan menjadi objek wisata, namun kurang maksimal.

“Sekarang kami coba kembali dengan menawarkan wisata atau olahraga shower climbing,” kata Andang belum lama ini.

Kemudian dirinya berkoordinasi dengan pegiat sekaligus operator panjat tebing. Ternyata Curug Leuwileutak sangat memadai untuk dijadikan lokasi shower climbing.

Baca juga:  PALS dan Bobotoh Gebyarkan Percepatan Vaksinasi Bersama Offroader di Pantai Batu Hiu

“Penggeraknya Pak Hidayat, yang tahu teknis kegiatan pendakian, termasuk keselamatan dan hal lainnya. Kami pemuda desa langsung semangat,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari pihak Desa Harumandala yang membeli peralatan shower climbing. Untuk dijadikan modal operasional wisata Curug Leuwileutak.

“Akhirnya sekarang dibuka untuk umum. Dan pengunjung bisa mencoba sensasi mendaki air terjun,” ujarnya.

Andang berharap, upayanya ini bisa menggeliatkan aktivitas pariwisata di Desa Harumandala. Sehingga dapat membawa manfaat bagi masyarakat setempat.

Selain olahraga shower climbing, panorama alam di sekitar Curug Leuwileutak juga cukup indah. Sawah, bukit dan hijau pepohonan menjadikan orang betah berlama-lama di tempat ini.

“Kami juga punya kuliner khas. Namanya nasi leumeung. Nasi leumeung adalah kuliner semacam nasi liwet tapi dimasak di dalam bilah bambu yang dibakar,” sebutnya.