Kecelakaan di Pangandaran Melibatkan 3 Mobil

Kecelakaan beruntun di jalan raya Banjar-Pangandaran. ris/ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Kecelakaan beruntun terjadi di jalan raya Banjar-Pangandaran. Tepatnya di blok Karangnini, Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang.

Insiden itu melibatkan tiga mobil. Dua di antaranya jenis pick up, satu lainnya mini bus jenis sedan.

Pick up dari arah Pangandaran oleng hilang kendali hingga berputar mencapai 180 derajat. Kemudian menghantam mobil dari arah belawanan.

Sedangkan satu pick up lainnya pengangkut ikan menabrak mobil sedan yang terlibat kecelakaan sebelumnya.

Ketiga mobil yang terlibat kecelakaan beruntun itu adalah, pick up warna hitam dengan Nopol R 1874 NP yang melaju dari arah Pangandaran. Pengemudi bernama Suyoto Hadi warga Kedungreja, Cilacap, Jawa tengah.

Mini bus jenis sedan dengan Nopol H 9123 DL yang dikendarai Hendrik warga Dusun Bunisinga, Desa Sukamaju, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.

Baca juga:  Kemenag Akan Jadikan Pangandaran Lautan Sepeda

Satu pick up lainnya dikendarai Hendrik warga Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Saksi mata Iwan Mustopa mengatakan, kecelakaan beruntun diduga akibat pick up dari arah Pangandaran mengalami selip hingga oleng. Setelah ban menginjak solar.

“Mobil itu berputar lalu menabrak mobil (sedan) dari arah berlawanan. Kemudian pick up pengangkut ikan menabrak sedan,” kata Iwan di lokasi kejadian, Jumat (26/11/2021) siang.

Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja kedua mobil di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah.

Terpisah, Kanit Lantas Polsek Kalipucang Bripka Agus Diksi mengatakan, kecelakaan tersebut tidak merenggut korban jiwa.

“Hanya ada satu korban pengendara pick up yang dari arah Pangandaran mengalami luka ringan di bagian kepala,” kata Agus.

Baca juga:  KPU Pangandaran Ajukan Rp51 Miliar untuk Pemilu 2024

Korban langsung ditangani medis di Puskesmas Kalipucang. Sementara, ketiga mobil yang terlibat kecelakaan diamankan di Mapolsek untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Penulis/Editor: RIS/R002