Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu di Pangandaran Kembangkan Budidaya Anggur

Ketua Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu, Tahmo Cahyono. dede/ruber.id

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengembangkan budidaya anggur.

Ketua Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu, Tahmo Cahyono mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan budidaya tanaman buah anggur. Saat ini sudah ada 100 sampai 150 pohon dengan berbagai varietas.

“Semoga saja budidaya pohon anggur di Pangandaran bisa menjadi inovasi produk unggulan. Tentunya menjadi sumber penghasilan para petani,” kata Tahmo.

Tahmo menuturkan, budidaya tanaman anggur sangat mudah, masyarakat bisa melakukannya. Tanaman anggur sudah bisa berbuah saat usia tanaman 7 sampai 8 bulan.

Selain itu, kata Tahmo, anggur bukan tanaman musiman. Sehingga bisa diatur waktu untuk berbuahnya. Dalam setahun bisa dua kali panen.

Baca juga:  Musrenbang RKPD Pangandaran 2024, Kemiskinan Jadi Fokus Pemkab

“Kita menargetkan dari satu pohon anggur menghasilkan 10 kilogram sekali panen selama 6 bulan. Kita punya pohon anggur sebanyak 100-150 pohon,” tuturnya.

Sedangkan mengenai harga, Tahmo menyebutkan harga per kilogram buah anggur untuk paket petik di kebun rata-rata Rp100.000.

“Kalau harga Rp50.000 per kilogramnya. Maka dari satu pohon bisa menghasilkan Rp 1 juta dalam satu kali panen. Dari 100 pohon berarti Rp100 juta setiap 6 bulan sekali,” sebutnya.

Varietas Buah Anggur

Adapun jenis varietas buah anggur yang dibudidaya Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu di antaranya varietas Ninel, Gospy, Galunggung 01, Sansekerta, Jubir dan Nyi Iteung.

Tahmo mengaku memperoleh bibit berbagai varietas anggur itu awalnya kerjasama dengan teman-temannya di Asosiasi Anggur Indonesia dan Asosiasi Anggur Jawa Barat.

Baca juga:  Harga Gabah di Pangandaran Anjlok

Kedua asosiasi tersebut merupakan binaan Dirjen Kementerian Hortikultura bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran. Pihaknya pun bisa kerjasama dengan teman pegiat anggur di Indonesia.

“Tanaman anggur bisa tumbuh di Pangandaran. Budidaya pohon anggur di daerah rendah mudah dan bisa langsung belajar di lapangan,” terangnya.

Crispy Daun Anggur

Selain mengembangkan budidaya anggur, kelompok ini juga memanfaatkan daun tanaman anggur menjadi olahan makanan ringan, yaitu crispy daun anggur.

“Produksi olahan ini kami lakukan sambil menunggu anggur berbuah. Sudah diterima masyarakat. Harganya murah, hanya Rp5.000-Rp10.000 per bungkus,” kata Tahmo.

Pihaknya berharap Pemkab Pangandaran bisa mendorong budidaya anggur kelompoknya. Supaya kebun anggur ini menjadi sebuah destinasi wisata di Pangandaran.

Baca juga:  Guru yang Ngaku Kena Pungli di Pangandaran Batal Mundur dari ASN Usai Bertemu Bupati Jeje

Sehingga wisatawan yang datang ke Pangandaran tidak hanya melihat pantai, air terjun dan body rafting sungai saja. Namun bisa melihat dan menikmati buah anggur yang ada di kebun Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu.