Potensi Bencana Alam Relatif Tinggi, Jabar Dilalui ‘ring of fire’ di Indonesia

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja saat menghadiri Forum Perangkat Daerah Sub Urusan Kebencanaan dan Kebakaran bersama BPBD Jabar di Karawang. doc humas/ruber.id

BERITA JAWA BARAT, ruber.id – Jawa Barat (Jabar) menjadi wilayah yang dilalui ‘ring of fire‘ atau Lingkaran Api Pasifik di Indonesia. Sehingga potensi bencana alam di daerah tersebut relatif tinggi.

Lingkaran Api Pasifik adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.

Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pihaknya mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar agar erat berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota.

“Kewaspadaan terhadap kebencanaan perlu terus ditingkatkan, karena bencana alam bisa terjadi kapan saja,” kata Setiawan saat menghadiri Forum Perangkat Daerah Sub Urusan Kebencanaan dan Kebakaran bersama BPBD Jabar di Karawang, Rabu (2/2/2022).

Baca juga:  Bermain di Area Dilarang Berenang Pantai Pangandaran, Satu Bocah Hilang

Terlebih, kata Setiawan, dengan diterapkannya penyederhanaan birokrasi di tubuh Pemda Provinsi Jabar, Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya fungsional yang bekerja di BPBD harus semakin proaktif.

Kejadian Bencana di Jabar Tahun 2021

Adapun fenomena kebencanaan di Jabar berdasarkan kejadian pada tahun 2021 di antaranya, bencana tanah longsor ada 1.387 kejadian dan puting beliung 676 kejadian.

“Kalau banjir 335 kejadian, kebakaran hutan/lahan 40 kejadian, gempa bumi 25 kejadian, dan gelombang pasang 6 kejadian,” ujarnya.

Setiawan menuturkan, ada lima kabupaten/kota dengan jumlah kejadian bencana tertinggi. Yakni Kabupaten Bogor 699 kejadian, Kabupaten Sukabumi 390 kejadian.

“Kota Bogor 209 kejadian, Kabupaten Ciamis 166 kejadian dan Kabupaten Bandung 137 kejadian,” tuturnya.

Baca juga:  Sukses Kelola Participating Interest 10% Daerah Penghasil Migas, Jabar Siap Bantu Jambi

Setiawan menyebutkan, nilai Indeks Risiko Bencana (IRB) Provinsi Jabar dari tahun 2015 sampai 2020 selalu menurun setiap tahunnya.

Pada tahun 2015, IRB Jabar di angka 168,15, tahun 2016 di angka 163,18, tahun 2017 di angka 158,52. Tahun 2018 di angka 152,13 dan tahun 2019 di angka 150,46.

“Kemudian di tahun 2020, nilai IRB Jawa Barat berada di angka 145,81. Artinya masih pada risiko tinggi,” sebutnya.

Kemudian, kata Setiawan, di Jawa Barat juga terdapat 11 kabupaten/kota dengan Indeks Resiko Tinggi. Yakni Kabupaten Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi.

“Lalu Karawang, Bandung, Kota/Kabupaten Cirebon, Banjar, Subang, dan terakhir Kabupaten Pangandaran,” ucapnya.

Editor: R002
Sumber: Humas Jabar

Baca juga:  Pasca Gempa Cianjur, Pangandaran Gelar Apel Siaga Bencana Alam