Kebakaran di Pangandaran, Pemilik Bengkel Rugi Rp1 Miliar

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Kerugian pemilik bengkel yang hangus terbakar di Dusun Binangun, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, mencapai Rp1 miliar.

Bengkel milik Ejen warga Dusun Haurseah, Desa/Kecamatan Cijulang, dilahap si jago merah pada Kamis 30 Maret 2023, sekitar jam 07.15 WIB.

Insiden tersebut terjadi diduga dari korsleting listrik di bagian pojok bengkel motor dan mobil tersebut.

Saat kejadian, pemilik bengkel tidak ada di lokasi kejadian. Karena masih berada di rumahnya di Dusun Haurseah.

Setelah warga mengetahui api menjalar ke bagian atap dan membesar, warga setempat melaporkan kejadian itu ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Pangandaran.

Tim Damkar Satpol PP Pangandaran tiba di lokasi sekitar jam 07.30 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar jam 08.30 WIB.

Baca juga:  KPU Pangandaran Gelar Bimtek KPPS Pemilu 2024

Komandan Regu Damkar Satpol PP Pangandaran Suroso mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya kebakaran dari warga sekitar jam 07.20 WIB.

“Tim Damkar langsung meluncur ke lokasi. Sesampainya di lokasi, kobaran api sudah membesar,” kata Suroso.

Pemadaman Api Dibantu Unit Damkar Bandara Nusawiru

Suroso menuturkan, pemadaman api dilakukan dengan dua unit mobil Damkar milik Pemkab Pangandaran dan satu unit Damkar milik Bandara Nusawiru.

“Api baru bisa dipadamkan selama satu jam dan dilakukan pendinginan sekitar 30 menit. Alhamdulillah api tidak sampai menjalar ke bangunan milik warga lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Kebakaran Damkar Satpol PP Pangandaran Arif Wijaya menyebutkan, dugaan sementara api berasal dari konsleting listrik.

Baca juga:  Lomba Inovasi Daerah, RSUD Pandega Pangandaran Raih Juara Pertama Kategori SKPD

“Karena di tempat sedang tidak ada penghuninya, diperkirakan dugaan api dari korsleting listrik yang menyambar oli dan mudah terbakar,” sebutnya.

Menurutnya, di dalam bengkel dan rumah itu terdapat barang-barang yang mudah terbakar. Seperti oli, ban dan onderdil lainnya.

“Katanya pemilik bengkel itu baru saja belanja onderdil atau sparepart untuk melengkapi tokonya. Hitungan kerugian kasarnya sekitar Rp1 miliar,” ucapnya.