Oktober, BPS Mulai Data Regsosek di Pangandaran

BPS Ciamis Mulai Data Regsosek di Pangandaran

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Ciamis, Jawa Barat, mulai melalukan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi atau Regsosek di Kabupaten Pangandaran, pada Oktober 2022.

Kepala BPS Ciamis Dadang Darmansyah mengatakan, pendataan Regsosek merupakan upaya BPS dalam tata kelola satu data Indonesia.

“Intergrasi kebutuhan data dari berbagai pihak diwujudkan dengan kolaborasi dan pembagian wewenang dalam pendataan,” kata Dadang saat Rakor Regsosek 2022 di Pangandaran, Senin 26 September 2022.

Sehingga, data yang dihasilkan bersifat interoperabilitas dan dapat dimutakhirkan secara berkala dan terstandarisasi.

Tujuan Pendataan Regsosek

Dadang menuturkan, pendataan awal Regsosek tahun 2022 bertujuan untuk membangun satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga:  Pakis, Salah Satu Sayuran Khas Pangandaran

Selain itu, untuk penguatan data agar implementasi program pemerintah dalam memberikan bantuan sosial kepada masyarakat tepat sasaran.

“Pendataan ini harus mampu memutakhirkan data sosial ekonomi seluruh penduduk. Sehingga dapat menangkap dinamika perubahan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Nantinya, kata Dadang, data hasil Regsosek tersebut dapat digunakan sebagai rujukan untuk intergrasi program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dadang menyebutkan, dalam pelaksanaan pendataan awal Regsosek di Kabupaten Pangandaran, pihaknya akan mengerahkan 798 orang.

Yang terdiri dari Petugas Pendataan Lapangan (PPL) 620 orang, Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) 158 orang dan Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka) sebanyak 20 orang.

“Untuk pelatihan bagi instruktur daerah akan dilaksanakan selama 3 hari, sedangkan untuk pelatihan petugas 2 hari,” sebutnya.

Baca juga:  Pangandaran Targetkan 2 Medali Emas pada Cabor Layar di Porprov XIV Jabar

Dengan demikian, pihaknya berharap masyarakat dapat menerima kehadiran petugas saat turun ke lapangan untuk melakukan pendataan awal Regsosek.

“Selain itu kami juga berharap agar masyarakat di daerah dapat memberikan jawaban yang sejujurnya kepada petugas di lapangan nanti,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, pelaksanaan Regsosek sangat membutuhkan keterlibatan aparat pemerintahan wilayah adminitrasi terkecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kepala dinas hingga camat harus bisa memberi dukungan dalam kegiatan Regsosek ini. Satu langkah pendataan awal mengenai registrasi sosial ekonomi untuk memuat satu data.”

“Kita ini selalu mendapatkan berbagai dinamika, mudah-mudahan dengan kegiatan Regsosek bisa menghasilkan data yang akurat. Tentu pemerintah daerah harus mendukung penuh,” kata Jeje.

Baca juga:  DPRD Pangandaran Ajak Pengusaha dan Pemkab Gunakan Jasa EO Lokal

Jeje menambahkan, pihaknya tidak menginginkan lagi setiap data statistik masih menggunakan data lama.

“Musim hujan ini selain banjir, banyak rumah yang roboh dan rumah yang roboh adalah rumah orang miskin, sedangkan datanya belum masuk,” ucapnya.