Warga Pangandaran Olah Hanjeli Jadi Makanan Pengganti Beras

Warga Pangandaran Olah Hanjeli Jadi Makanan Pengganti Beras

BERITA PANGANDARAN.ruber.id – Ina, 55, warga Dusun Parapat, Desa/Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengubah tanaman hanjeli jadi makanan pengganti beras. Makanan yang diproduksi di antaranya Cream Soup Hanjeli dan Liwet Hanjeli.

Selain berhasil memproduksi Cream Soup Hanjeli dan Liwet Hanjeli, Ina juga memproduksi bahan mentah hanjeli untuk dijual seperti bahan baku rengginang hanjeli dan tape hanjeli.

Hanjeli Jadi Alternatif Pangan

Bagi Ina, hanjeli yang semula merupakan tanaman gulma atau pengganggu tanaman lain bisa dimanfaatkan jadi pengganti pangan alternatif.

“Tanaman hanjeli ini merupakan jenis tumbuhan biji-bijian tropis dari suku padi atau poaceae,” kata Ina saat kegiatan lomba inovasi menu berbasis pangan lokal yang digelar DPC PDI Perjuangan Pangandaran, Minggu 18 September 2022.

Ina menuturkan, tanaman hanjeli ini berasal dari Asia Timur dan Malaya dan kini telah tersebar ke berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia.

Baca juga:  Melalui Aplikasi Mobile JKN, Peserta BPJS Tak Perlu Antre Lagi di Pendaftaran RSUD Pandega Pangandaran

“Kami bersama Tim TP PKK Kecamatan Pangandaran konsisten mengembangkan tanaman hanjeli dan sudah melakukan penanaman di Desa Kalijati, Sidamulih,” tuturnya.

Hanjeli Jadi Sumber Karbohidrat dan Obat

Tanaman hanjeli yang ditanam di Desa Kalijati merupakan varietas yang memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat dan obat.

Penanaman dilakukan di lahan kering sampai 3 bulan dari mulai tanam hingga panen. Ina menanam hanjeli di atas hamparan lahan seluas 2.800 meter persegi atau 2 bata dengan hasil rata-rata setiap kali panen sebanyak 2 kwintal.

“Hasil panen kami jual ke Bandung sebagai bahan baku olahan makanan ke pabrikan besar. Harga jual hanjeli yang siap pakai sebagai bahan baku olahan makanan Rp22.000/kg,” ujarnya.

Sebagai inovasi, untuk Tim TP PKK Kecamatan Pangandaran, Ina juga memproduksi nasi liwet hanjeli dengan harga Rp250.000 per porsi untuk makan 5 orang.

Baca juga:  Polisi Tetapkan Dua Pengendara Harley Davidson jadi Tersangka

Selain itu, Ina juga memproduksi Cream Soup Hanjeli sebagai makanan pokok bayi lima tahun (Balita) dengan harga satu porsi Rp30.000. Untuk sehari dengan porsi makan tiga kali sehari.

“Hanjeli ini kaya akan protein dan kalsium, kandungan gizi biji dalam 100 gram yaitu protein 11,0 gram, kalsium 21,3 gram, posfor 17,5 gram dan karbohidrat 51,0 gram,” sebutnya.

Agar Cream Soup Hanjeli disenangi dan disukai balita, Ina menambahkan bahan tambahan lain seperti 100 gram biji hanjeli, 100 ml air.

Satu siung bawang putih cincang, satu bawang bombay cincang, 50 gram wortel, jagung pipil, satu butir telur, 100 ml susu UHT, 1/2sdt garam, 1/sdt gula pasir.

Tahap untuk membuat Cream Soup Hanjeli sebagai berikut, tumis bawang putih dan bawang bombay lalu sisihkan, setelah itu panaskan air sampai mendidih.

Baca juga:  Jembatan Cikidang di Pangandaran Diresmikan Gubernur Jabar

Kemudian masukan biji hanjeli yang sudah dicuci bersih diaduk sampai menjadi bubur. Setelah itu bubur jadi dan masukan semua bumbu, wortel, jagung, masukan telur dan terakhir susu.

Bahan Pendukung Nasi Liwet Hanjeli

Sementara, untuk Nasi Liwet Hanjeli terdiri dari beberapa bahan pendukung di antaranya, 200 gram biji hanjeli, 350 ml air, satu batang serai, satu lembar daun salam, 1/2sdt garam, satu sdt minyak goreng, 1/2sdt gula pasir.

Bahan tersebut diolah setelah biji hanjeli dicuci bersih, kemudian masukan dalam magicom setelah itu masukan air dan semua bumbu hingga biji hanjeli matang. Nasi Liwet Hanjeli itu dilengkapi dengan ikan asin, lalap dan sambal.